Supporter Greenpeace Indonesia

Bergabung di Supporter Services Team Greenpeace

Supporter Services Greenpeace, Unit yang bekerja untuk memberikan informasi kepada mereka yang telah bergabung menjadi Supporter Greenpeace membuka kesempatan untuk mereka yang tertarik bergabung menjadi salah seorang Tim Supporter Services Greenpeace di Indonesia. Tim Supporter Services Greenpeace membutuhkan Supporter Services Assistant untuk bergabung menjadi salah satu tim Supporter Services Greenpeace. Tim Supporter services membutuhkan mereka yang punya ide-ide kreatif, dapat berkomunikasi dengan baik dengan supporter Greenpeace, teliti / terbiasa dalam bidang administrasi, dapat bekerja secara tim dan ingin mempunyai pengalaman baru dengan bergabung di organisasi kampanye Greenpeace.
Silahkan mengirim CV ke supporterservices.id@greenpeace.org sebelum tanggal 27 Januari 2009. kami tunggu bagi anda yang tertarik bergabung di organisasi Kampanye Greenpeace

Aktivis Greenpeace Mendatangi KPU

Aktivis Greenpeace pada hari Kamis, 22 Januari 2009 datang ke kantor Komisi Pemilihan Umum untuk menyerukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyelidiki sumber pendanaan dari semua partai politik menjelang pemilihan umum legislatif dan presiden tahun 2009. Dengan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Stop Pembabatan Hutan Untuk Dana Kampanye'. Greenpeace menyerukan kepada KPU untuk mengaudit dana penerimaan semua partai politik dan memastikan bahwa mereka tidak ada partai politik yang melakukan kerja sama politik dengan sektor kehutanan dengan imbalan pendanaan kampanye.

18 Desember 2008

Malam Minggu di Bandung

Pada hari Sabtu, 13 Desember 2008 di Galeri Rumah Teh, Dago Tea House, Greenpeace mengadakan acara Supporter Gathering. Pada sabtu sore itu, sekitar 75 supporter yang mayoritas berasal dari Bandung dan sebagian berasal dari Jakarta datang ke Galeri Rumah Teh, di daerah Kawasan Dago Atas, Bandung, yang berhawa sejuk. Pada acara ini di adakan beberapa acara, seperti : Pemutaran Film Greenpeace, Update Kampanye dari Bustar Maitar (Juru Kampanye Hutan Greenpeace) dan Tessa (Juru Kampanye Nuklir Greenpeace) dan lelang Kaos Kampanye Greenpeace.
Bustar dan Tessa memberikan update kepada supporter yang datang tentang apa yang Greenpeace lakukan saat ini. Bustar, yang baru saja kembali setelah hampir 1 bulan bersama kapal MV Esperanza menceritakan kondisi terkini hutan di Indonesia, terutama di Papua dan di Riau. Tesaa yang merupakan Juru Kampanye Regional Greenpeace untuk masalah Nuklir, memberikan update tentang perkembangan kampanye Greenpeace, terutama tentang menentang Energi Nuklir dan memberikan solusi energi terbarukan untuk sumber energi kita. Selain itu acara yang ditunggu supporter tentunya adalah pada saat lelang kaos kampanye Greenpeace, ada beberapa kaos kampanye yang pernah di pakai oleh aktivis Greenpeace, baik itu di Indonesia atau yang dipakai di luar negeri. Acara ini Greenpeace lakukan untuk berbagi sekaligus untuk acara penggalangan dana. ada 8 kaos yang terlelang yang berasal dari berbagai kampanye Greenpeace. Acara lelang ini membuat suasana di Galeri Rumah Teh Sore itu menjadi meriah, banyak supporter yang antusias untuk memiliki kaos Greenpeace, namun sayang karena kaos yang tersedia terbatas, maka hanya beberapa supporter saja yang bisa memiliki kaos kampanye Greenpeace.

28 November 2008

Supporter Gathering

Greenpeace Supporter Indonesia Gathering
Kami mengundang anda untuk menghadiri acara Greenpeace Supporter Gathering di bandung. Di acara ini anda berkesempatan bertemu salah satu tim Greenpeace yang akan memutar film hasil kerja kami di Hutan Indonesia, selain itu anda juga dapat mengikuti beberapa acara lainnya, seperti : Lelang Kaos Kampanye Greenpace, Petisi Forest Defender Indonesia dan Foto Corner Greenpeace. Tempat : Café Halaman, Jl Taman Sari No.92 Bandung, Jawa Barat Tanggal : Sabtu, 13 Desember 2008 Waktu : 15.00 wib – 18.00 wib Silahkan konfirmasi kami jika anda ingin menghadiri acara tersebut, dengan menghubungi Supporter Services Greenpeace di 021-32839760 / 021-3156533 atau mengirimkan email ke supporterservices.id@greenpeace.org sehingga kami dapat menyediakan satu tempat untuk anda, keluarga dan teman anda. Salam Hijau Damai Supporter Services Greenpeace

17 Oktober 2008

STOP COOKING CLIMATE

Fundraising team Greenpeace mulai tanggal 13 Oktober 2008 - 13 November 2008 akan mengadakan acara Campaign Theme Week. Pada Hari minggu 19 Oktober 2008, Campaign Theme Week Greenpeace dilakukan di Plaza Semanggi Jakarta, teman-teman bisa datang di Stand Greenpeace di Food Court Plaza Semanggi. Untuk teman-teman yang bergabung menjadi supporter Greenpeace di sana ada Free Greenpeace Merchandise (Sticker, Pin, Bolpoint, dan untuk donasi tertentu akan mendapat T-shirt Greenpeace).
Di stand Greenpeace " STOP COOKING CLIMATE " akan ada aktivitas, Restaurant Iklim, Celebrities Fundraising dan Pemutaran Film Greenpeace. Untuk Celebrities Fundraising kali ini akan ada Panji (Pembawa acara Kena Dech di ANTV) dan Steny Gustaf (Tawa Sutra) yang akan membantu teman-teman Greenpeace untuk melalakukan kegiatan Fundraising.

14 Oktober 2008

Open Day Esperanza

Special Invitation Kapal Kampanye Greenpeace MV Esperanza Menuju Jakarta
Greenpeace mengundang anda dan keluarga untuk datang ke “ MV Esperanza Open Day “, dengan informasi sebagai berikut :
Hari dan tanggal : Kamis, 30 Oktober 2008 Waktu : 13.00 – 16.00 WIB Tempat : Pelabuhan Penumpang, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Tempat Terbatas, harap konfirmasi terlebih dahulu melalui telpon: 021-32839760 / 021-3156533 Senin – Jumat, 10.00 WIB -18.00 WIB Kami harap mendapat kabar dari anda selambat-lambatnya Jumat 24 Oktober 2008, sehingga kami dapat menyiapkan tempat khusus untuk anda.

Greenpeace

Langsung ke: navigasi, cari

Greenpeace adalah suatu organisasi lingkungan global yang didirikan di Vancouver, British Columbia, Kanada pada 1971. Greenpeace dikenal menggunakan aksi langsung tanpa kekerasan konfrontasi damai dalam melakukan kampanye untuk menghentikan pengujian nuklir angkasa dan bawah tanah, begitu juga dengan kampanye menghentikan penangkapan ikan paus besar-besaran.

Pada tahun-tahun berikutanya, fokus organisasi mengarah ke isu lingkungan lainnya, seperti penggunaan pukat ikan, pemanasan global, dan rekayasa genetika.

Greenpeace mempunyai kantor regional dan nasional pada 41 negara-negara di seluruh dunia, yang semuanya berhubungan dengan pusat Greenpeace Internasional di Amsterdam. Organisasi global ini menerima pendanaan melalui kontribusi langsung dari individu yang diperkirakan mencapai 2,8 juta para pendukung keuangan, dan juga dari dana dari yayasan amal, tetapi tidak menerima pendanaan dari pemerintah atau korporasi.

Pernyataan resmi misi Greanpeace menyebutkan:

Greenpeace adalah organisasi independen yang berkampanye menggunakan konfrontasi kreatif anti kekerasan untuk mengungkap permasalahan lingkungan global, dan untuk memaksa solusi bagi sebuah masa depan yang damai dan hijau. Target Greenpeace adalah untuk memastikan kemampuan bumi untuk kelangsungan hidup bagi semua keanekaragamannya.
Greenpeace melakukan protes menentang Esso / Exxon Mobil

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah

Asal mula Greenpeace dimulai dengan pembentukan formasi Don't Make A Wave Committee oleh sekelompok aktivis Kanada dan Amerika di Vancouver pada 1970. Nama komite ini diambil dari sebuah slogan yang digunakan selama protes terhadap uji coba nuklir Amerika Serikat pada akhir 1969, komite datang bersama-sama dengan sasaran menghentikan ujicoba pemboman nuklir bawah tanah tahap ke-dua dengan kode Canikkin, oleh militer AS dibawah pulau Amchitka, Alaska. Kapal ekspedisi pertama disebut Greenpeace I, kapal ekspedisi ke-dua disebut Greenpeace Too! [1]. Uji coba tidak berhasil dihentikan, tetapi komite telah membentuk dasar untuk aktivitas Greenpeace selanjutnya.

Bill Darnell adalah orang yang mengkombinasikan kata green (hijau) dan peace (damai), yang kemudian menjadi nama bagi organisasi ini.

Pada 4 Mei 1972, setelah Dorothy Stowe menyelesaikan masa jabatan ketua Don't Make A Wave Committee, organisasi ini kemudian secara resmi mengganti namanya menjadi "Yayasan Greenpeace".

[sunting] Greenpeace di Asia Tenggara

Aksi Greenpeace Indonesia

Asia Tenggara sangat berarti bagi masa depan kelestarian planet bumi. Warisan kekayaan alami yang ada di wilayah ini patut diperjuangkan kelestariannya. Walau demikian, seiring bertumbuhnya sektor ekonomi dan industri secara pesat dalam 30 tahun terakhir ini juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup besar. Dampak lingkungan di wilayah ini juga meluas ke luar batas-batas negara Asia Tenggara. Degradasi lingkungan yang parah telah dialami seantero Asia Tenggara. Disamping krisis keuangan yang melanda Asia belum lama ini, polusi dan penghancuran sumber daya alam semakin parah, sementara perusahaan-perusahaan multinasional dan negara-negara industri mengarahkan wilayah ini untuk ekspansi operasi dan teknologi mereka yang merusak lingkungan. Yang semakin memperparah masalah ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat Asia mengenai kerusakan lingkungan dan lemahnya mekanisme demokrasi untuk memperkuat masyarakat dalam mempengaruhi pengambilan keputusan. Melihat pentingnya potensi pembangunan dan ancaman di wilayah ini, dan dalam rangka konsolidasi dan pengembangan kampanyenya di Asia Tenggara, Greenpeace meningkatkan kegiatannya di wilayah ini.

Poster Kampanye Greenpeace

Greenpeace sudah banyak bekerja di banyak wilayah di Asia, termasuk menghentikan importasi limbah berbahaya, menentang pengiriman radioaktif, berkampanye melawan terhadap pembinasaan hutan, melobi pemerintah mengenai isu-isu energi berkelanjutan dan menyoroti bahaya limbah pembakaran. Seringkali bersama dengan kelompok-kelompok lokal lainnya, Greenpeace telah menggalang kampanye sukses di Filipina, Taiwan, India, dan Indonesia. Greenpeace berkomitmen untuk mengembangkan keberadaan Asia pada akhir tahun 80-an dan awal 90-an, dan Greenpeace membuka kantor pertamanya di Jepang (1989) dan kemudian di China (1997). Penjajakan awal juga dilakukan di Asia Tenggara dengan fokus utama pada Indonesia dan Filipina.

Asia Tenggara merupakan posisi kunci untuk menentukan keamanan lingkungan global. Selama 30 tahun terakhir, Greenpeace telah sukses berkampanye di negara-negara industri untuk mengurangi dan menghapuskan polusi dan degradasi lingkungan. Tetapi, usaha-usaha dan capaian ini dapat dengan mudah diputarbalikkan pada saat perusahaan-perusahaan multinasional tersebut tetap mengekspor teknologi kotor yang mengakibatkan penurunan dampak lingkungan di wilayah ini. Dengan demikian, setelah penjajakan bertahun-tahun dan berkampanye di negara-negara kunci, akhirnya Greenpeace berhasil membuka kantor di wilayah ini. Greenpeace Asia Tenggara secara resmi didirikan pada tanggal 1 Maret 2000.

Go Green: Hadiah Termahal Untuk Anak Cucu Anda

Berikanlah hadiah yang termahal untuk anak cucu anda, Dunia Bebas Polusi. Hadiah ini bisa anda berikan tanpa harus keluar uang sepeser
pun. Hanya dari diri anda sendiri untuk kebahagiaan dan kesehatan
keturunan andaApa itu? Mudah, cukup terapkan prinsip 4 R berikut dalam keseharian anda.
Go Green!
* Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan
minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak
kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
* Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah
barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian
barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat
memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
* Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin,
barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak
semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri
non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi
barang lain.
* Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita
pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai
sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita
hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya,
ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan
pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi
secara alami.
Mudah dan Murah kan? GO GREEN!

Membangun 1 Candi Borobudur setiap 2 Hari dari tumpukan sampah

Data terakhir Dinas Kebersihan Jakarta menunjukkan jumlah sampah Jakarta sampai saat ini ± 27.966 M³ per hari. Komposisinya, 65 persen sampah organik dan 35 persen sampah nonorganik. Jadi kalau mau kita hitung, penduduk DKI Jakarta dapat membangun 1 Candi Borobudur setiap 2 Hari dari tumpukan sampah. WOW!! Ini baru Jakarta loo, belum kota-kota lainnya.

Salah satu cara kita mengurangi tumpukan sampah itu adalah dengan membuat kompos untuk sampah organik rumah kita.

Caranya:
  • Sediakan wadah berdiameter 10 cm (yang tidak dipakai lagi), lubangi bagian bawahnya untuk saluran cairan coklat (lindi) hasil pengomposan. Beri pasir ke dalam wadah sebagai dasarnya
  • Lalu sampah organik seperti sisa sayuran, buah, makanan, dll ditumpuk di atas pasir itu.
  • Pada hari ketiga setelah ada bau masam, sisa sayuran dan makanan ditaburi kapur (dolomide) untuk menambah unsur hara hasil kompos.
  • Perciki air secukupnya. Kemudian tambahkan tanah gembur secukupnya agar bau bisa tertahan.
  • Untuk lapisan berikutnya dapat mulai lagi dengan diperciki air, diberi pasir, sisa sayuran/makanan, tanah gembur. Pembuatan kompos dilakukan secara berlapis-lapis.
  • Untuk wadah berdiameter 10 cm campuran tidak perlu diaduk, tetapi untuk wadah yang berukuran lebih besar sebaiknya campuran diaduk.

Waktu yang diperlukan untuk menjadi kompos sekitar satu setengah bulan. Tanda-tanda pengomposan sudah selesai campuran menjadi hitam dan tidak bau. Kompos tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, media tanam di rumah sendiri atau jika dijual bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Sahabat Bumi


13 Januari 2009; 19:59
(0) comments

Klo ditanya: Apa sih arti dari sebuah persahabatan?

Masing-masing orang pasti punya pendapat yang berbeda, nah klo saya ditanya arti dari sahabat, maka saya menjawab:

"Sahabat adalah orang yang bisa menemani dan menjaga kita, di saat kita susah atau senang. Sahabat adalah dia yang tidak membuat kita kecewa, tidak menyakiti kita, dan selalu saling menghargai".

Trus, bagaimana cara kita menjadi sahabat bumi yang baik?? Di sini saya tidak akan membahas apa saja yang harus kita lakukan untuk menjaga bumi ini, karena sudah banyak sekali artikel yang bertebaran di internet. Tapi di sini saya hanya ingin mengubah pola pikir teman-teman bagaimana seharusnya kita dalam menjaga bumi ini.

Saya akan memulainya dengan sebuah cerita:

Suatu hari seorang raja menyuruh seluruh rakyatnya membawa 1 sendok madu. Ada satu orang yang berpikir "ah, saya bawa 1 sendok air saja, tidak akan keliatan bila bercampur dengan banyak madu dari orang lain".. Sang raja terus menyuruh rakyatnya mengumpulkan madu yang mereka bawa ke dalam satu tong.. Ah, betapa terkejutnya sang raja, ternyata isi tong bukan madu, tetapi berisi air semua..

Klo kata-kata dalam cerita di atas diterjemahkan:

"Ah, hanya saya yang membawa satu sendok air, orang lain tidak"

Cerita ini yang terus saya ingat, jangan pernah berpikir "hanya saya". Karena diluar sana banyak sekali orang yang berpikir seperti teman-teman. Jadi seharusnya kita berpikir "Bukan hanya saya".

Contoh kecil saja, "hanya saya" yang membuang sampah sembarangan. Klo semua orang berpikir seperti ini, Apa yang bakal terjadi? Mungkin bumi ini akan dipenuhi dengan sampah yang bertebaran di sana-sini.

Sekarang mulailah berpikir "Bukan hanya saya", mulailah sesuatu dengan "Saya melakukan ini semua untuk kepentingan banyak orang, untuk orang-orang yang saya cintai, untuk Sahabat-ku Bumi yang saya cintai", dan lain sebagainya. Untuk semua yang mendatangkan kebaikan bagi diri saya, orang lain, dan lingkungan, karena kita tidak hidup sendiri dan kita hidup di bumi. Jadilah sahabat yang baik bagi-nya.

dikirim oleh : wahyu sya'ban

Menjadi Sahabat Bumi yang Baik

Selama ini bumi, tempat tinggal kita satu-satunya di dunia ini, sudah menjadi teman—bahkan sahabat yang sangat baik bagi kita. Dia selalu menyediakan apapun yang kita butuhkan; saat kita lapar dia menyediakan tumbuhan dan binatang untuk kita, saat kita haus dia sudah menyiapkan air untuk kita semua, dan yang pasti dia menyediakan oksigen untuk kita tetap hidup.

Sudah terlalu banyak—sangat-sangat banyak yang bumi lakukan untuk kita. Lalu apa balasan kita –yang mengaku sebagai sahabat bumi—untuknya?

Mocca, di salah satu lagunya yang berjudul friend, mengatakan, it’s you a friend in need is a friend indeed. Bumi memang selalu ada saat kita butuhkan, tapi apa kita selalu ada saat bumi membutuhkan pertolongan kita?

Coba kita lihat apa yang telah dilakukan manusia kepada bumi, sejauh ini.

1. Penebangan Hutan

Bumi dengan baik hati memberikan ‘bonus’ kepada kita agar kita bisa bernafas lebih mudah. Dia menyediakan pohon-pohon di hutan sana, agar produksi oksigen lebih lancar. Tapi apa yang terjadi? Manusia menebangnya sembarangan, merusaknya, bahkan membakarnya. Tanpa rasa berterimakasih manusia malah menghancurkan apa yang bumi telah berikan kepada mereka.

2. Penggunaan Barang Tambang Berlebihan

Demi mencapai dunia industri dan peradaban serba modern dengan pesat, manusia menggunakan barang tambang dengan berlebihan. Contohnya, minyak bumi, batu bara, nikel, emas, pasir, tembaga, dan perak. Ingat, barang tambang seperti itu tidak bisa diperbaharui, dengan kata lain akan habis, suatu hari nanti. Mungkin saat ini kita bisa senang karena barang-barang tambang itu melimpah sehingga kita menggunakannya dengan sepuasnya. Tapi nanti?

Contoh yang paling mudah dilihat mungkin minyak bumi. Kita bisa lihat sendiri berapa banyak kendaraan yang membutuhkan bensin setiap harinya. Berapa banyak kendaraan yang bertambah di bumi ini setiap harinya. Sayangnya, pertambahan kendaraan itu berbanding terbalik dengan banyaknya minyak di bumi ini.

Menurut catatan Energy Information Administration .USA, setiap harinya penduduk bumi menghabiskan minyak sekitar 80 juta barel. Alias hampir 30 miliar barel per tahun. Kalau kita jumlahkan dalam kurun waktu seabad, maka manusia telah menghabiskan minyak sebanyak sekitar 3 triliun barel. Setara dengan 450 triliun liter. Atau lebih dari 300 triliun ton. Artinya, dalam 100 tahun terakhir ini isi perut Bumi telah kehilangan cairan minyak sebanyak 300 triliun ton. Atau, bervolume 450 triliun liter. Kalau sebuah kapal tangker isinya 100.000 liter, maka ini sama dengan 4,5 miliar kapal tanker.
Bisa dibayangkan kan, betapa ’kosongnya’ perut bumi? Itu hanya diakibatkan oleh minyak bumi loh, belum yang lain-lain.

3. Membangun Gedung-gedung tinggi



Manusia memang berrevolusi, semakin lama semakin modern. Salah satunya dengan membangun banyak gedung tinggi di kota-kota besar. Efek dari membangun gedung-gedung tinggi ini sangat berbahaya.

Karakteristik tanah di sekitarnya akan berubah, sirkulasi angin terhambat dengan adanya gedung-gedung menjulang tinggi itu, dan yang paling parah, adalah perubahan iklim. Pembangunan gedung-gedung yang berdinding kaca juga akan mengakibatkan peningkatan panas, karena kaca-kaca itu memantulkan langsung radiasi panas matahari.

4. Perusakan ekosistem laut

Laut adalah tempat yang bumi berikan untuk kita, di dalamnya berisi berbagai macam hal. Dan manusia, lagi-lagi, dengan seenaknya merusak laut. Terumbu karang, pengambilan fauna dengan seenaknya sehingga mengakibatkan fauna itu akan punah, perusakan hutan mangrove.

--

Itu baru beberapa, masih banyak sekali hal-hal lain yang kita lakukan. Tidakkah kita terlihat sebagai teman yang jahat? Teman yang hanya ingin mengambil keuntungan, dan membalasnya dengan perbuatan yang merusaknya?

Jika sekarang bumi ’marah’, wajar gak? Coba lihat beberapa ’kemarahan’ bumi akibat ulah manusia.

Contoh yang paling sering diomongkan adalah pemanasan global. Pemanasan global a.k.a global warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global)

Mungkin dari posting kami sebelumnya sudah banyak diceritakan efek-efek dari pemanasan global ini, berbagai akibat, bahaya-bahaya yang terjadi, yang semuanya mengerikan. Air laut pasang, es di kutub mencair, bumi semakin panas, polar bear kehilangan tempat tinggal..

Kita semua tahu, pemanasan global ini tidak bisa dicegah, tapi kita masih bisa memperlambat efek dari pemanasan global ini. Ada beberapa tindakan yang sangat mudah yang dapat kita lakukan. Tidak usah menyuruh orang lain untuk melakukan, cukup menyuruh diri kita sendiri.



1. Switch Off

Matikan sumber listrik yang tidak dibutuhkan. Saat televisi tidak ditonton, laptop tidak digunakan, AC yang terus-menerus menyala,, kita cukup memencet tombol off dan mencabut listrik. Yakinkan bahwa sambungan benar-benar terputus sehingga listrik tidak mengalir. Bahkan MTV dengan program switch-nya juga meminta kaum muda untuk me-switch alat listrik yang tidak digunakan J

2. Membuang sampah pada tempatnya

Kata-kata yang terlalu sering kita dengar tetapi cukup susah untuk dilakukan. Apa susahnya sih, membuang sampah di tempat sampah? Atau kalau tidak ada tempat sampah terdekat, menyimpannya dahulu?

3. Meminimalisasi penggunaan plastik

Sekarang semakin banyak tas belanja yang dapat kita gunakan sebagai pengganti plastik. Yang termudah bisa didapat di carefour hanya dengan sepuluh ribu rupiah.

4. Menggunakan kendaraan umum

Untuk menghemat bahan bakar yang semakin lama semakin berkurang, kita bisa menggunakan kendaraan umum. Selain lebih murah, memakai kendaraan umum juga dapat mengurangi polusi, jika dibandingkan kita semua memakai kendaraan sendiri. Tapi, kalau jarak yang ingin ditempuh masih kurang dari 5 km, ada baiknya kita berjalan kaki, atau dengan sepeda. Selain sehat, juga dapat mengurangi polusi.

5. Mengurangi makan daging

Menurut Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, "industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). " Hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia!

Toh memperbanyak sayuran juga membuat pola konsumsi kita lebih sehat, atau mungkin untuk yang lagi diet bisa cepat kurus! :D

6. Menanam satu buah pohon

Hanya dengan menanam satu buah pohon, jika dilakukan oleh setiap orang pasti akan berakibat sangat baik. Semakin hijau, semakin damai lingkungan kita, hati pun ikut tentram melihat hijau-nya lingkungan.

--

Mungkin masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan selain hal-hal ’klise’ di atas. Di posting-posting sebelumnya mungkin kami juga pernah mengingatkan. Tapi sekarang, apakah kita semua sudah melakukannya? Apakah saya sudah melakukannya? Kamu? Dia? Mereka?

Bumi ini milik kita, sahabat kita, bagian dari hidup kita. Kita yang ingin mendapatkan isinya, kita juga yang harus merawatnya. Kalau bukan kita, siapa lagi?

xoxo,
Lala & Melinda
Go Green Indonesia